Cerita Bokep Hot Ngesek Ibu Bos Body Gendut

Oleh ceritasex Pada 28 Maret 2015 - 01:08

Cerita Bokep Hot ngesek bersama ibu bos yang mempunyai tubuh gendut . cerita ini terjadi ketika aku berselingkuh dengan mertuaku , saat ibu mertuaku hamil dia memberitauku kalau sedang hamil dari janinku . Hal ini di ketahui ibu bosku saat aku bertelepon dengan mertua . ibu bosku penasaran dan ingin tau sekali dan mendesaku untuk menceritakan kepadanya . Dan saya di ancam kalau tidak mau cerita dia akan mengadu kepada istriku , Akhirnya aku memutuskan untuk menceritakannya .
Saat setelah jam kerja ibu memintaku ke rumahnya , ada yang hendak Ibu bicarakan dengan kamu, OK . Tentang apa Bu ? tanyaku. Ibu mau mendengar semua cerita tentang hubunganmu dengan Ibu mertuamu dan jangan menolaka pintanya tegas. Akupun keluar dari ruangan Ibu Mila dengan perasaan tidak karuan, aku marah atas perbuatan Ibu Mila yang dengan lancang mendengarkan pembicaraanku dengan Ibu mertuaku dan rasa malu karena hubungan gelapku dengan Ibu mertuaku diketahui oleh orang lain. Kenapa Pen ? Kok mukamu kusut gitu habis dimarahin sama si gendut yaa , Tanya Wilman sohibku. Ah, nggak ada apa apa Wil Aku lagi capek ajaa . Oh aku pikir si gendut itu marahin kamu . bilang gendat gendut, ntar kalau Ibu Mila denger mati kamu.

Hari itu aku sudah tidak konsentrasi dalam pekerjaanku , Aku hanya melamun dan memikirkan Ibu mertuaku, kasihan sekali beliau harus dikuret sendirian, terbayang dengan jelas sekali wajah Ibu mertuaku kekasihku, rasanya aku ingin terbang ke desa GL dan menemani Ibu mertuaku, tapi apa daya Ibu mertuaku melarangku. Apalagi nanti sore aku harus pergi dengan Ibu Mila, dan aku harus menceritakan kepadanya semua yang aku alami dengan Ibu mertuaku, uh.. rasanya mau meledak dada ini Aku berharap agar jam tidak usah bergerak, namun detik demi detik terus berlalu dengan cepat, tanpa terasa sudah jam setengah lima. Ya aku hanya bisa pasrah, mau tidak mau aku harus mencerikan semua yang terjadi antara aku dengan Ibu mertuaku agar rahasiaku tetap aman. Kring.. kringg, kuangkat telepon di meja kerjaku. Gimana? Sudah siapaEt, Tanya Ibu Mila.

Ya Bu saya siap, Ya sudah kamu jalan duluan tunggu Ibu di ATM BNI . Ternyata Ibu Mila tidak ingin kepergiannya denganku diketahui karyawan lain. Dengan menumpang mobil kawanku Wilman, aku diantar sampai atm bni, dengan alasan aku mau mengambil uang, dan akan pergi ketempat familiku, akhirnya wilman pun tidak jadi menunggu dan mengantarkanku pulang seperti biasanya. Kurang lebih lima belas menit aku menunggu Ibu Mila, tapi yang ditunggu- tunggu belum datang juga, saat kesabaranku hampir habis kulihat mobil Mercedes hitam milik Ibu Mila masuk ke halaman dan parkir. Ibu Mila pun turun dari mobil dan berjalan kearah ATM. Hi.. Pento ngapain kamu disini? sapa Ibu Mila. Aku jadi bingung, namun Ibu Mila mengedipkan matanya, akupun mengerti maksud Ibu Mila, agar kami bersandiwara karena ada beberapa orang yang sedang antri mengambil uang. Oh nggak Bu, saya lagi nunggu temen tapi kok belum datang juga, sahutku. Ibu Mila pun bergabung antri di depan ATM. Gimana, temenmu belum datang juga? Saat Ibu Mila keluar dari ruang ATM.

Belum Bu. Ya sudah pulang bareng Ibu aja toh kita kan searahkan . Aku pun berjalan kearah mobil Ibu Mila, aku duduk di depan disamping supir pribadi Ibu Mila sementara Ibu Mila sendiri duduk dibangku belakang. Ayo, Pak Bari kita pulang, iya buu..., sahut Pak bari . Untung aku ketemu kamu disini Pento Padahal tadi aku sudah cari kamu dikantor kata teman temanmu kamu udah pulanga . Uh.. batinku Ibu Mila mulai bersandiwara lagi. Memangnya ada apa Ibu mencari saya? Mengenai proposal yang kamu bikin tadi siang baru sempat Ibu periksa sore tadi, ternyata ada beberapa kekurangan yang harus ditambahkan. Yah dari pada nunggu besok mendingan kamu selesaikan sebentar di rumah Ibu OK.

Aku hanya diam saja, pikiranku benar- benar kacau saat itu, sampai sampai aku tidak tahu kalau aku sudah sampai dirumah Ibu Mila. Ayo masuk, ajak Ibu mila. Aku sungguh terkagum kagum melihat rumah bossku yang sanggat besar dan megah. Aku dan Ibu Mila pun masuk kerumahnya semakin kedalam aku semakin bertambah kagum melihat isi rumah Ibu Mila yang begitu antik dan mewah. Selamat sore Nyaa, Sore Yem, Oh ya.. yem ini ada anak buah ku dikantor, mau mengerjakan tugas yang harus diselesaikan hari ini juga tolong kamu antar dia ke kamar Bayu, biar Bapak Pento bekerja disana. Baik Nyaa . Akupun diajak menuju kamar Bayu oleh Iyem pembantu di rumah Ibu Mila. Silakan Den, ini kamarnya. Akupun memasuki kamar yang ditunjuk oleh Iyem. Sebuah kamar yang besar dan mewah sekali. Langsung aku duduk di sofa yang ada di dalam kamar. Kring.. , kring.. , kuangkat telepon yang menempel di dinding. Hallo, Pento, itu kamar anakku, sekarang ini anakku sedang kuliah di US, kamu mandi dan pakai saja pakaian anakku, biar baju kerjamu tidak kusuta. Oh.. iya Bu terimakasih

Langsung aku menuju kamar mandi, membersihkan seluruh tubuhku denga air hangat, setelah selesai akupun membuka lemari pakian yang sangat besar sekali dan memilih baju dan celana pendek yang pas denganku. Sudah hampir jam tujuh malam tapi Ibu Mila belum muncul juga, yang ada malah Iyem yang datang mengantarkan makan malam untukku. Saat aku sedang asyik menikmati makan malamku, pintu kamar terbuka dan kulihat ternyata Ibu Mila yang masuk, aku benar benar terpana melihat pakaian yang dikenakan oleh Ibu Mila tipis sekali. Setelah mengunci pintu kamar Ibu Mila datang menghampiri dan ikut duduk di sofa. Sambil terus melahap makananku aku memandangi tubuh Ibu Mila, walaupun gendut tapi Ibu Mila tetap cantik . Setelah beberapa saat aku menghabiskan makananku Ibu Mila berkata kepadaku, Sekarang, kamu harus menceritakan semua peristiwa yang kamu alami dengan Ibu Mertuamu, Ibu mau dengar semuanya, dan lepas semua pakaian yang kamu kenakana. Tapi Bu, protesku. Pento, kamu mau istrimu tahu, bahwa suaminya ada affair dengan ibunya bahkan sekarang ini Ibu kandung istrimu sedang mengandung anakmu

Aku benar benar sudah tidak punya pilihan lagi, kulepas kaos yang kukenakan, kulepas juga celana pendek berikut cd ku, aku telanjang bulat sudah. Karena malu kututup kontolku dengan kedua tanganku. Sial , makiku dalam hati, aku benar benar dilecehkan oleh Ibu Mila saat itu. Lepas tanganmu Ibu mau lihat seberapa besar kontolmu, bentak Ibu Mila. Mm.. , lumayan juga kontolmu . Malu sekali aku mendengar komentar Ibu Mila tentang ukuran kontolku, yang ukurannya hanya standar Indonesia. Nah, sekarang ceritakan semuanyaa. Dengan perasaan malu, akupun menceritakan semua kejadian yang aku alami bersama Ibu Mertuaku, mau tidak mau burungkupun bangun dan tegak berdiri, karena aku menceritakan secara detail apa yang aku alami. Kulihat Ibu Mila mendengarkan dan menikmati ceritaku, sesekali Ibu Mila menarik napas panjang.

Setelah lama mendengar ceritaku tiba tiba Ibu Mila bangkit berdiri dan melepaskan seluruh pakaian yang dia kenakan, aku terdiam dan terpana menyaksikan tubuh gendut orang paling berpengaruh dikantorku, sekarang sudah telanjang bulat dihadapanku. Walaupun banyak lemak disana sini namun pancaran kemulusan tubuh Ibu Mila membuat jakunku turun naik. Kenapa diam, ayo lanjutkan ceritamua, bentaknya lagi. Baik Bu , akupun melanjutkan ceritaku kembali, namun aku sudah tidak konsentrasi lagi dengan ceritaku, apalagi saat Ibu Mila menghampiri dan membuka kakiku kemudian mengelus elus dan mengocok ngocok kontolku, aku sudah tidak fokus lagi pada ceritaku. Ahh.. , jeritku tertahan saat mulut Ibu Mila mulai mengulum kontolku. Ahh.. Bu.. , nikmat sekali. Kuangkat kepala Ibu Mila, kamipun berciuman dengan liarnya, kupeluk tubuh gendut bossku. Bu.. kita pindah keranjang saja, pintaku, Sambil terus berpelukan dan berciuman kami berdua berjalan menuju ranjang.

Kurebahkan tubuh Ibu Mila, ku lumat kembali bibirnya, kami berdua bergulingan diatas pembaringan, saling merangsang birahi kami. Ahh.. aEs, Jerit Ibu Mila saat mulutku mulai mencium dan menjilati teteknya. Uhh Pento.. enak.. sayang. Ketelusuri tubuh Ibu Mila dan jilatan lidahkupun menuju memek Ibu Mila yang licin tanpa sehelai rambutpun. Kuhisap memek Ibu Mila dan kujilati seluruh lendir yang keluar dari memeknya. Banjir sekali Mungkin karena Ibu Mila sudah sangat terangsang mendengar ceritaku. Ahh, jerit Ibu Mila saat dua jariku masuk ke lubang meki surganya, dan tanganku yang satu lagi meremas-remas teteknya. Aku berharap agar orang yang telah melecehkanku ini cepat mencapai orgasmenya, aku makin beringas lidahku terus menjilati memek Ibu Mila yang sedang dikocok kocok dua jari tanganku. Usahaku berhasil, Ibu Mila memohon agar aku segera memasukan kontolku le lubang memeknya, tapi aku tidak mengindahkan keinginannya, kupercepat kocokan jari tanganku dilubang memek Ibu Mila, tubuh Ibu Milapun makin menegang. Aaarrgghh..ouuhhhh

Pentoa ...ohhh...pen, jerit Ibu Mila tubuhnya melenting, kakinya menjepit kepalaku saat badai orgasme melanda dirinya, Aku puas sekali melihat kondisi Ibu Mila, seperti orang yang kehabisan napas, matanya terpejam, kubiarkan Ibu Mila menikmati sisa sisa orgasmenya. Kucumbu kembali Ibu Mila kujilati teteknya, kumasukan lagi dua jariku kedalam memek nya yang sudah sangat basah. Ampun.. Pento.. biarkan Ibu istirahat dulu , pintanya. Aku tidak memperdulikan permintaannya, kubalik tubuh telentangnya, tubuh Ibu Mila tengkurap kini. Jangan.. dulu Pen.. too.. Ibu lemas sekali. Aku angkat tubuh tengkurapnya, Ibu Mila pasrah dalam posisi nungging. Matanya masih terpejam. Kugesek gesekan kontolku kelubang memek Ibu Mila. Kutekan dengan keras dan.. Blesss masuk semua batang kontolku tertelan lubang nikmat memek Ibu Mila. sIiihh.. Pen.. to.. kamu.. jahat. Akupun mulai mengeluar masukan kontolku ke lubang memek Ibu Mila, orang yang paling di takuti dikantorku sekarang ini sedang bertekuk lutut di hadapanku, merintih rintih mendesah desah, bahkan memohon mohon padaku. Aku puas sekali, kupompa dengan cepat keluar masuknya kontoku di lubang memek Ibu Mila, bunyi plak.. plokk plak.. plokk akibat beradunya pantat besar Ibu Mila dengan tubuhku menambah nikmat persetubuhkanku. Uhh.. , jeritku saat kontolku mulai berdenyut denyut.

Akupun sudah tidak sanggup lagi menahan bobolnya benteng pertahananku. Kupompa dengan cepat kontolku, Ibu Milapun makin belingsatan kepalanya bergerak kekiri dan kekanan. Ahh Ibu.. aku mau.. keluar.. . Dan cret.. cret, muncrat sudah spermaku masuk kedalam Memek dan rahim Ibu Mila, beberapa detik kemudian Ibu Mila pun menyusul mendapatkan orgasmenya, dengan satu teriakan yang keras sekali, Ibu Mila tidak peduli apakah Iyem pembantunya mendengar jeritannya diluar sana. Ibu Mila rebah tengkurap, akupan rebah di belakangnya dan menindihnya sambil terus memeluk tubuh gendut Ibu Mila. Nikmat sekali.. , Orgasme yang baru saja kami raih bersamaan, kulihat Ibu Mila sudah bertenaga lagi, dari celah belahan memek Ibu Mila, air manyku masih mengalir, aku benar benar puas karena orang yang telah melecehkanku sudah kubuat KO. Setelah kita berdua terdiam selama 10 menita dalam posisi tengkurep dan saya di atas tubuh bu mila tiba tiba pantat gede Ibu Mila bergoyang-goyang , kontolkupun tegak kembali, ku balik tubuh Ibu Mila agar telentang, kuangkat dan kukangkangi kakinya. Kugesek- gesekan kontolku di lubang memek Ibu Mila. Pento..

Ibu lelah sekali sayang, Lirih sekali suara Ibu Mila. Aku sudah tidak peduli, langsung kutancapkan kontolku ke lubang nikmat Ibu Mila, Bless.. Licin sekali, kupompa keluar masuk kontolku, tubuh Ibu Mila terguncang guncang akibat kerasnya sodokan keluar masuk kontolku, rasanya saat itu aku seperti bersetubuh dengan mayat, tanpa perlawanan Ibu Mila hanya memejamkan matanya. Kukocok dengan cepat dan keras keluar masuknya kontolku di lubang memek Ibu Mila.. , dan langsung ku cabut kontolku dan kumuncratkan air maniku diatas perut Ibu Mila. Karena lelah akupun tertidur sisamping tubuh telanjang Ibu Mila, sambil kupeluk tubuhnya, saat aku terbangun kulihat jarum jam sudah menunjukan pukul setengah sebelas malam, buru buru aku bergegas membersihkan tubuhku dan mengenakan pakaian kerjaku. Bu.. Bu.. Mila bangun Bu.

Akhirnya dengan malas Ibu Mila membuka matanya. aEsSudah malam Bu saya mau pulangaEt. aEsPento kamu liar sekali, rasanya tubuh Ibu seperti tidak bertulang lagiaEt. Ibu Milapun bangkit mengenakan pakaiannya, kami berdua berjalan keluar kamar. aEsTunggu sebentar ya Pento, kemudian Ibu Mila masuk kekamarnya, beberapa saat kemudian Ibu Mila keluar dari kamarnya dengan senyumnya yang menawan. aEsIni untuk kamuaEt. aEsApa ini Bu?aEt, Tanyaku, saat Ibu Mila menyodorkan sebuah amplop kepadaku. Aku menolak pemberian Ibu Mila, namun Ibu Mila terus memaksaku untuk menerimanya. Terrpaksa kukantongi amplop yang diberikan Ibu Mila lalu kembali kami berciuman dengan mesranya. Dalam perjalanan pulang aku masih tidak menyangka bahwa aku baru saja bersetubuh dengan Ibu Mila. Entah nasib baik ataukah nasib buruk tapi aku benar benar menikmatinya.


Share On Facebook
Share On Twitter

Kategori: Kumpulan Cerita Hot,

Belum ada komentar